Jombang, karyadini.com – Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (DPC AWDI) Kabupaten Jombang gelar Rapat Koordinasi menyongsong tahun 2026 dengan mengusung tema “Perkuat Jurnalis Merajut Satu Rasa”, dibuka oleh Ketua DPC AWDI Jombang Wahyudi Sulistya. Dengan nenghadirkan narasumber dari Advokasi Hukum, Suparmin dan diikuti seluruh anggota AWDI se Kabupqten Jombang. Bertempat di Cafe Chiduck KWB, Kecamatan Batu, Kota Batu, Malang. Minggu (21/12/2025).
Ketua DPC AWDI Jombang Wahyudi Sulistya menyampaikan bahwa Rapat koordinasi AWDI Jombang bertujuan untuk menyelaraskan arah kebijakan dan program kerja organisasi dengan memperkuat koordinasi dan sinergi antar pengurus, anggota, sekaligus menyusun rencana kerja dan agenda strategis AWDI tahun 2026 secara terarah dan berkelanjutan. Jurnalis juga memiliki kekuatan bertanya dengan dasar 5W+1H dengan tetap mengacu undang undang pers nomor 40 tahun 1999 dan selalu memperhatikan kode etik jurnalis.
” Rakor yang dilaksanakan setiap akhir tahun ini menjadi forum evaluasi atas pelaksanaan program sebelumnya guna meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat peran AWDI dalam meneguhkan komitmen dan solidaritas organisasi dalam menghadapi dinamika di tahun 2026,” ujarnya.
Sementara, narasumber dari Advokasi Hukum, Suparmin memaparkan tema Rakor DPC AWDI Jombang 2025 “Perkuat Jurnalis Merajut Satu Rasa” dapat diartikan sebagai ajakan untuk menjadikan profesi jurnalisme lebih kuat dan bersatu dalam menyampaikan informasi yang objektif dan berempati meningkatkan kemampuan, integritas, dan/profesionalisme para jurnalis.
“ Dalam konteks tersebut, yang berarti membangun persatuan, empati, dan pemahaman yang sama di antara jurnalis, atau antara jurnalis dengan masyarakat. Tujuannya adalah untuk mendorong jurnalisme yang tidak hanya menginformasikan, tetapi harus bisa menjadi mata dan telinga untuk masyarakat luas serta memupuk rasa kebersamaan,” papar Suparmin.
Fase tersebut merupakan seruan untuk memiliki jurnalisme yang kokoh dan berintegritas, yang bekerja secara harmonis untuk melayani kepentingan publik dan memupuk rasa persatuan dalam masyarakat, serta membangun ruang publik yang lebih sehat, tambahnya.
“ Fokus dialog konstruktif dan pemahaman bersama akan menghasilkan diskusi publik yang lebih matang, di mana masyarakat merasa didengar dan diwakili secara adil. Secara keseluruhan, merajut satu rasa dalam jurnalisme merupakan sebuah pendekatan yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelaporan, tetapi juga menjadikannya pilar penting dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif, berempati, dan bersatu,” pungkasnya.(nes)


































